Untuk Mengikuti Imam Dalam Shalat

image: michael adi

Pernah tidak sih, anda perhatikan para jamaah lain ketika ikut salat berjamaah? Bukannya saya tidak konsentrasi ketika menjalankan ibadah shalat, tapi kita pun perlu bersikap lebih awas dengan keadaan di sekeliling kita, terbatas pada hal-hal yang sekiranya tidak menggangu keberlangsungan ibadah shalat itu sendiri.

Ada beberapa hal yang saya perhatikan ketika mengikuti salat tarawih berjamaah dari awal bulan Ramadhan ini. Salah satunya, saya melihat kebiasaan jamaah yang mengikuti gerakan imam sebelum imam selesai mengumandangkan takbir. Misalnya saja, ketika imam telah selesai sujud kedua dan hendak berdiri kembali sambil membaca الله أكب, kebanyakan makmum sudah memulai berdiri bahkan sebelum takbir itu selesai diucapkan.

Saya jadi bertanya-tanya dan hanya bisa geleng kepala. Akan lebih baik lho sebenarnya jika kita menunggu imam menyelesaikan ucapan takbir. Kenapa? Karena bisa saja gerakan kita akan menyamai atau mendahului imam.

Rasulullah saw bersabda,

Wahai sekalian manusia, sesungguhnya aku adalah iman kalian. Maka janganlah kalian mendahuluiku ketika rukuk, sujud, berdiri, dan ketika menyudahi salat (salam).

Hadis ini diriwayatkan oleh Muslim dari Anas (2/28), seperti ditulis dalam buku “400 Kesalahan Dalam Shalat: Mahmud Al-Mishri”.

Hal yang sama dilakukan ketika imam menyudahi shalat dengan salam. Lebih baik makmum bersabar untuk menunggu hingga kedua salam selesai diucapkan, baru makmum memulai salam.

Inilah pelatihan sabar yang saya kira harus dilatih ketika shalat, karena imam diangkat untuk diikuti. Bersabarlah ketika mengikuti imam.

Oh iya, ada satu hal lagi yang saya boleh ingatkan. Ketika kita mengikuti imam berpindah gerakan ke rukun shalat selanjutnya, janganlah terburu-buru memotong bacaan kita dan bergegas bergerak. Pastikan bacaan yang sedang dibaca tersebut selesai pada satu kalimat dengan arti yang jelas dan bukan asal berhenti ucap.

Ingatlah, bacaan kita bisa jadi berbeda makna jika kita sembarang menghentikan bacaan shalat. Kita harus bisa mengira-ngira dimana baiknya kita menghentikan bacaan kita agar arti bacaan tidak salah dan menjurus pada kesesatan. Setelah itu, segerakanlah untuk mengikuti gerakan imam.

Semoga kita termasuk pada kaum yang mengikuti ajaran Islam dengan benar.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Shalat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s