Rapatkan Shafmu!

Salam,

Nabi saw. bersabda, “Ratakan shafmu, rapatkan bahu bahumu, lunakkan tangan berdampingan dengan saudara saudaramu dan tutupilah sela sela shaf itu. Karena sesungguhnya setan setan itu memasuki sela sela itu tak ubahnya bagai anak kambing”. (HR.Ahmad dan Thabrani dari Abu Umamah).

Saya sedih melihat keadaan para jama’ah shalat, terutama para wanita, ketika shalat berjamaah. Jangankan rapat, mereka cenderung berjauh-jauhan dan seperti ‘sendirian’ di atas sajadah mereka.

Lihat saja, sekarang ini ada banyak macam sajadah dengan model dan ukuran bervariasi. Semakin lebar sajadah yang dipakainya, ya biasanya semakin lebar jarak dengan makmum di sebelah kanan-kirinya. Kenapa? Karena biasanya sih kita tidak suka jika sajadah kita ‘diinjak’ oleh sajadah sebelah kita, atau sebaliknya, makmum di sebelah kita agaknya tidak enak untuk menginjak sajadah kita. Nah lho?

Saya sendiri orangnya memang tidak enakan. Maunya sih memberitahu sebelah kiri-kanan untuk merapatkan shaf. Tapi jamaah yang rajin hadir di mesjid dekat rumah saya rata-rata adalah orang tua yang takutnya kurang bisa menerima peringatan. Mau merapat ke arah mereka, eh sajadah mereka lebar-lebar. Kalau saya menginjak ‘daerah’ mereka, apa tidak dimarahi ya nanti? Sudah begitu, suatu saat ketika saya mau merapatkan shaf ke sebelah saya, eh si jamaah ini malah bergeser menjauh dari saya. *sedih

Nah, posisi imam juga penting lho dalam shalat berjama’ah. Imam seharusnya menata dan merapikan shaf sebelum takbiratul ikram.

Rasulullah saw bersabda, “Ratakan (rapat dan lurus) shaf kalian, sebab meratakan shaf adalah termasuk kesempurnaan shalat” (HR. Bukhari Muslim).

Jadi tidak sempurna shalat jamaah kita jika tidak rapi shafnya. Selain itu imam tidak cukup hanya berkata luruskan dan rapatkan shaf, lalu bergegas memulai shalatnya, padahal shaf makmumnya masih belum rapi. Imam juga harus memberikan pengarahan dan pengertian khusus kepada makmum yang belum sempurna posisinya.

Untuk para makmum sendiri, ada beberapa hal yang dianjurkan oleh Rasulullah saw. (1) Jangan lupa untuk mengisi shaf terdepan terlebih dahulu. (2) Seperti diterangkan sebelumnya tentang posisi imam & makmum ketika shalat berjamaah, makmum memulai shaf dari tengah (persis di belakang imam) lalu berurutan ke kanan, baru kemudian mengisi barisan di sisi kiri. (3) Makmum di posisi paling kiri dari imam merapatlah menuju posisi imam yaitu tengah, sementara makmum di sebelah kanan imam, merapatlah ke arah tengah, yaitu posisi imam. (4) Jangan membuat shaf baru sebelum shaft di depan terpenuhi. Dan (5) segeralah mengisi atau menyambung shaf di depannya yang masih kosong atau putus.

Yang utama adalah untuk merapatkan dan meluruskan shaf kita. Hal-hal seperti ini sepele tapi kita sering melupakan. Semoga kita bisa semakin memperbaiki kualitas shalat kita. Amin.

Advertisements

Leave a comment

Filed under Shalat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s