Jangan Tinggalkan Shalat.

Salam.
Rasulullah saw. bersabda: “Apabila salah seorang kalian tertidur hingga luput dari mengerjakan suatu shalat atau ia lupa, maka hendaklah ia menunaikan shalat tersebut ketika ia ingat.” (HR Muslim).

Seorang muslim harus melaksanakan kewajibannya, termasuk shalat pada waktunya. Kita berdosa jika menangguhkan sampai waktu lewat, kecuali jika ada uzur atau halangan.

Dalam perang Khandaq, Rasul saw. berada dalam situasi yang begitu mencekam, sehingga tidak sempat mengerjakan empat shalat sampai jauh malam. Akhirnya beliau melaksanakan shalat Dzuhur, Asar, Magrib dan Isya secara berturut-turut dengan diselingi iqamah. Demikian riwayat yang berasal dari at-Tirmidzi, an-Nasa’i, Ahmad. Inilah yang disebut meng-qadha’. Qadha’ harus dilaksanakan segera begitu uzur terselesaikan. Orang yang ketiduran, lupa, atau dalam situasi yang tidak mengijinkan (takut menyangkut diri atau orang lain seperti bidan atau dokter yang sedang menjaga pasien gawat) dituntut meng-qadha’ shalatnya. Ketika itu, mereka dinilai tidak berdosa.

Ada kasus lain dimana waktu shalat berikutnya datang, ketika kita masih mengerjakan shalat untuk waktu sebelumnya. Misalkan ketika kita baru melaksanakan dua rakaat untuk shalat Dzuhur, tapi azan Asar kemudian terdengar, kita dinilai telah melaksanakan shalat pada waktunya (Dzuhur), sesuai pandangan ulama bermazhab Syafi’I dan Malik. Sisa rakaat yang dilanjutkan dapat ditolerasi agama dan dinilai sah. Rasul saw. bersabda: “Barang siapa mendapatkan satu rakaat, maka dia telah mendapatkan seluruh shalat”. (Diriwayatkan oleh enam perawi hadits dari Abu Hurairah.)

Pada dua kasus diatas, kita bisa pahami bahwa agama Islam memberikan kemudahan-kemudahan untuk umatnya di antara yang wajib. Tapi ingat juga, kemudahan agama bukan berarti menggampangkan agama. Untuk kita sebagai umat Islam yang sudah dewasa (mukallaf), shalat lima waktu itu wajib hukumnya. Bagi yang tertidur atau lupa pun, kita masih wajib untuk segera wudhu dan shalat, apalagi ketika kita terjaga. Apa susahnya shalat pada waktunya? Apalah susahnya shalat hanya beberapa menit?

Ayo kawan, sebelum waktu shalat habis, segeralah shalat. Bila kita tidak juga kerjakan sampai waktunya habis, padahal kita mampu, berdosalah kita. Naudzubillah.

Advertisements

3 Comments

Filed under Shalat

3 responses to “Jangan Tinggalkan Shalat.

  1. Hello Tina…I like this 😀
    jd teringat nasehat guru-2 kita, setan itu menggoda manusia di dua sisi, kalo bukan menggampangkan, ya berlebih-lebihan….:D

  2. Intinya, kita tak boleh meninggalkan solat selama hayat masih dikandung badan. Apapun keadaanya. Islam telah memberikan kemudahan2 dalam pelaksanaan solat dlm berbagai keadaan. Kita hanya boleh tinggalkan solat bila sudah mendapat title arwah/almarhum. So, yaa ayyuhal mu’minuun, kalau kalian meninggalkan solat maknanya kalian sudah dianggap mati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s