Category Archives: Quote

Islamic Thinking

Salam.

This is just a quick post, sorry hehe. But recently I dropped into a lovely blog (read: tumblr), IslamicThinking. They provide some beautiful quotes regarding Islamic thoughts. Please do visit them, or you can follow their twitter too. It becomes one of my favorite tweet accounts. May it bring you all good deeds.

By the way, I haven’t got time to take a look at all of their post. But this is one is a favorite.

Light and Love

Nor can goodness and Evil be equal. Repel (Evil) with what is better: Then will he between whom & thee was hatred become as it were thy friend & intimate! (41:34)

Darkness cannot drive out darkness, you need light to do that. Hate cannot drive out hate, you need love to do that.

Leave a comment

Filed under Quote

Keputusan Yang Enggan

Sebuah bab.

… lalu pada November 1991, selama semester awal tahun keduaku di universitas, aku tak bisa tidur. Aku terjaga semalaman dengan pikiran berkecamuk tak henti-hentinya dalam kepalaku.

Aku percaya pada Tuhan, Tuhan yang serba tahu dan Mahakuat. Tetapi dengan begitu, jika Tuhan Mahakuat, Dia pasti ada di mana-mana, dan itu berarti Tuhan juga bersamaku, saat ini. Jadi Tuhan bisa melihatku dan Tuhan bisa melihat pikiran terdalamku. Itu benar-benar kabar buruk. Aku mencoba melupakan pemikiran-pemikiran itu. Aku bolak balik gelisah.

Tuhan akan tahu aku percaya pada-Nya dan percaya pada semua nabi-nabi-Nya. Tetapi aku tetap tidak melihat sebagai orang yang religius, aku ingin percaya pada Tuhan dan tetap menjalani kehidupanku dengan normal. Aku kini melihat bahwa Tuhan akan tahu juga hal itu dan Tuhan akan tahu bahwa aku tak pernah berdoa pada-Nya, aku tak berterima kasih pada-Nya, aku bahkan tidak pernah mengakui-Nya. Kepercayaan macam apa yang demikian itu? Kalau aku percaya, harusnya tindakanku juga mendukung hal itu. Tetapi aku tak mau berubah – hidupku sangat nyaman. Tuhan pasti juga tahu hal itu.

Aku ingin tidur dan mengusir jauh-jauh masalahku, tapi tak bisa. Jam-jam berlalu; fajar hari baru sudah terbit. Aku sangat lelah. Aku akhirnya menerima bahwa jika aku ingin-ingin benar teguh pada pendirianku, aku harus membiarkan kepercayaanku pada Tuhan mempengaruhi kehidupanku – jika tidak, aku hanya akan menipu diri sendiri. Dengan enggan, aku berserah diri pada Tuhan, dalam kehendak, dalam hati, dan dalam pikiranku. Aku ingat kata bahasa Arab tentang “orang yang berserah diri” adalah Muslim, dan aku salah satu dari mereka.

Aku juga memilih tak hanya berserah diri pada Tuhan, tetapi juga mengikuti ajaran dan teladan Muhammad. Aku memilih untuk menjadi seorang Muslim dengan kapital M. Tetapi aku sudah percaya pada Tuhan dan aku juga percaya bahwa Muhammad adalah kulminasi dari semua nabi yang diutus sebelumnya. Rasanya aku sudah tidak punya pilihan lain lagi.

Kutipan bab di atas beserta judul posting ini saya ambil dari buku “Aku Seorang Muslimah-Muallaf”, terjemahan dari “Welcome to Islam: a convert’s tale yang ditulis oleh Lucy Bushill-Matthews.

Membaca bab tersebut, saya jadi bertanya-tanya. Saya gelisah. Saya dibesarkan dalam keluarga Islam dan diajarkan untuk memeluk agama saya dari kecil. Tapi ada banyak persamaan antara saya dan Lucy, terutama mengenai konflik di batin saya. Saya percaya pada Tuhan. Saya juga percaya dengan keyakinan saya. Tapi rasanya saya masih jauh dari menjadi benar-benar seorang Muslim. Pada akhirnya, saya harus bertanya pada diri sendiri. Sebesar apa cinta saya kepada Tuhan? Sejauh apa saya akan berkorban untuk kepercayaan saya?

Ya, saya lalu mengambil keputusan itu. Sebuah keputusan yang kecil tapi besar impaknya, yang walaupun saya enggan dan ragu pada awalnya, tapi saya tahu saya sudah di jalan yang benar. Insyaallah.

Lalu jika boleh, saya ingin tanyakan hal yang sama pada anda. Sebesar apa cinta anda kepada Tuhan?

Salam.

1 Comment

Filed under Quote